ASSALAMUALAIKUM WR.WB
WELCOME, ENJOY THE BLOG
Monday, 2 April 2012
Rama
Rama is handsome. He has amazing brown eyes. His sparkling eyes remind me with the enchantment of starlit night. It is interesting to see his sharp medium eyes. Not only his bright eyes which have brown color, but also his skin has brown color. His skin is exotic and fascinating. With that color he is truly Indonesian handsome man. Then, we will get mesmerized if we see his charming smile. A dimple on the left side of his cheek adds to his handsomeness. His smile will melt our heart like the fire melts the ice. It is not excessive if there is nothing compares his extraordinary handsomeness.
Yes, I fail
"Our greatest glory is not, in never failing but in rising up every time we fail". That is famous quotation from Ralph Waldo Emerson toward failure. Surely most of us have taken part in competition consciously or not. Of course there is a winner and loser. It is very proud to be a winner, but it will be shame to be a loser. Possible for some people to desperate and getting mad from that, whereas there are some mysterious things. There are positive things for our personality which can learn from the bad shame failure.
One important lesson from failure is appreciation; appreciation for ourselves and the failure itself. Maybe we fail to reach our goal, but on the other hand, more or less we had done our best and we have bravery to try. It is better than we let our plan as dust which blows by the wind. By those mean, we appreciate ourselves; our struggling to make our idea comes true. Then, we may not underestimate all of the things in this world. We must work hard because to get something is not easy. In the future, when we want to try again we will give our best effort. Therefore, lost something will give important effect for our personality.
Something else of the positive reason beside appreciation is struggle. Failure is a bridge to be success. That quote it is true obviously. Though we fall down, but failure indirectly forces us not to give up. We may not stop on that point and feel like the end of the world. Failure is just phase which need to be finished by rising up and keep struggling from failing. Afterwards, failing is also testing our creativity. The test will open up our mind when we want to try again. We will make an innovation based on our experience before. This innovation will increase our struggling for the next chance. Thus, struggling is good for our personality in rising up from the failure.
Another big thing is become humble person. The main point is we respect other people’s ability, if they have more ability than us. It gives us a warning not to be so vain with ourselves. Then, lose something makes us say thank even for sad experience. Whereupon, we will make an evaluation toward ourselves; what we have done before. We will make us confess our own lack and superiority from the other people. By evaluating, we prevent ourselves not to do the same that has made us fail before. Beside that, failing can develop our personality to be a better person. When we have developed ourselves, we have bravery to try again in the next opportunity. So, from failing something gives positive affection for our personality.
When we learn many positive things even from worst event, such as appreciation, struggling and become humble, we will develop our personality to be a better person. It also changes our paradigm if failure is not shame, bad, and awful experience. In reality, it will be amazing if we apply those things, but it quite rare.
One important lesson from failure is appreciation; appreciation for ourselves and the failure itself. Maybe we fail to reach our goal, but on the other hand, more or less we had done our best and we have bravery to try. It is better than we let our plan as dust which blows by the wind. By those mean, we appreciate ourselves; our struggling to make our idea comes true. Then, we may not underestimate all of the things in this world. We must work hard because to get something is not easy. In the future, when we want to try again we will give our best effort. Therefore, lost something will give important effect for our personality.
Something else of the positive reason beside appreciation is struggle. Failure is a bridge to be success. That quote it is true obviously. Though we fall down, but failure indirectly forces us not to give up. We may not stop on that point and feel like the end of the world. Failure is just phase which need to be finished by rising up and keep struggling from failing. Afterwards, failing is also testing our creativity. The test will open up our mind when we want to try again. We will make an innovation based on our experience before. This innovation will increase our struggling for the next chance. Thus, struggling is good for our personality in rising up from the failure.
Another big thing is become humble person. The main point is we respect other people’s ability, if they have more ability than us. It gives us a warning not to be so vain with ourselves. Then, lose something makes us say thank even for sad experience. Whereupon, we will make an evaluation toward ourselves; what we have done before. We will make us confess our own lack and superiority from the other people. By evaluating, we prevent ourselves not to do the same that has made us fail before. Beside that, failing can develop our personality to be a better person. When we have developed ourselves, we have bravery to try again in the next opportunity. So, from failing something gives positive affection for our personality.
When we learn many positive things even from worst event, such as appreciation, struggling and become humble, we will develop our personality to be a better person. It also changes our paradigm if failure is not shame, bad, and awful experience. In reality, it will be amazing if we apply those things, but it quite rare.
Wednesday, 21 March 2012
Sunday, 11 March 2012
Tiar: Surat cinta
Malam,Rama.
Aku numpang bersandar ya. Kepalaku akhir-akhir ini suka pusing sendiri. Bukan, aku bukan telat makan. Tapi ntah aku juga tak tahu. Mungkin aku kurang istirahat dan terlalu banyak pikiran. Haha, aku berlebihan ya?
Aku jadi terpikir percakapan kita malam itu. Tentang surat cinta.
Jujur, aku sambil senyum-senyum sendiri mengetik ini.
Aku tak tahu apa itu surat cinta.
Apa itu surat untuk orang yang bernama cinta?
Atau surat yang tulisannya dipenuhi dengan kata "cinta"?
Atau surat yang penuh dengan gombalan dan rayuan yang "tak seberapa"?
Apa surat cinta itu harus diberikan oleh kekasih kepada kekasihnya?
Hemmh.. Ntah lah, itu bukan kapasitasku untuk mencari definisinya.
Tapi aku penasaran, Rama.
Mungkin surat cinta itu surat yang dikirim orang yang jaraknya berjauhan.
Sangking tak ada media lain, mereka memakai cara "konvensional"--mode tahun 80'an.
Mungkin surat itu dikirim semata-mata untuk mencari sisi romantis.
Lebih terasa perjuangannya dan lebih ada maknanya.
Rama, ya sudahlah.
Lama-lama aku mengantuk memikirkannya.
Biarlah surat cinta itu tetap ada dengan atau tanpa adanya kita untuk menggunakannya.
Namun yang pasti tanpa surat itu aku bisa mengutarakan cintaku padamu kapanpun aku mau.
Aku numpang bersandar ya. Kepalaku akhir-akhir ini suka pusing sendiri. Bukan, aku bukan telat makan. Tapi ntah aku juga tak tahu. Mungkin aku kurang istirahat dan terlalu banyak pikiran. Haha, aku berlebihan ya?
Aku jadi terpikir percakapan kita malam itu. Tentang surat cinta.
Jujur, aku sambil senyum-senyum sendiri mengetik ini.
Aku tak tahu apa itu surat cinta.
Apa itu surat untuk orang yang bernama cinta?
Atau surat yang tulisannya dipenuhi dengan kata "cinta"?
Atau surat yang penuh dengan gombalan dan rayuan yang "tak seberapa"?
Apa surat cinta itu harus diberikan oleh kekasih kepada kekasihnya?
Hemmh.. Ntah lah, itu bukan kapasitasku untuk mencari definisinya.
Tapi aku penasaran, Rama.
Mungkin surat cinta itu surat yang dikirim orang yang jaraknya berjauhan.
Sangking tak ada media lain, mereka memakai cara "konvensional"--mode tahun 80'an.
Mungkin surat itu dikirim semata-mata untuk mencari sisi romantis.
Lebih terasa perjuangannya dan lebih ada maknanya.
Rama, ya sudahlah.
Lama-lama aku mengantuk memikirkannya.
Biarlah surat cinta itu tetap ada dengan atau tanpa adanya kita untuk menggunakannya.
Namun yang pasti tanpa surat itu aku bisa mengutarakan cintaku padamu kapanpun aku mau.
Wednesday, 8 February 2012
Waktu berjalan dan menunggu dimulai
Setiap orang berkilah kalau mereka punya batas kesabaran ketika mereka diperintahkan--secara sadar atau tidak sadar-- untuk menunggu.
Ada yang mengeluh biasa, terlalu parah, bahkan ada yang menganggapnya biasa-biasa saja.
Tapi, Allah itu Maha Adil,kok(Itu salah satu nama-Nya di Asmaul Husna). Allah Maha Tau siapa di antara hamba-Nya yang pantas untuk tugas ini.
Kalau sekiranya ada yang kurang pantas, mungkin dia tidak akan mendapat tugas menunggu terlalu lama. Atau untuk hamba yang tidak pantas, pasti dia tidak akan mendapat tugas yang berat(menunggu sejam mungkin akan sehari baginya).
Tapi, untuk yang dinilai Allah pantas menunggu, pasti akan dihadapkan dengan tugas yang berat. Menunggu dalam hitungan jam, ke hitungan hari, lalu ke minggu, bulan, dan ke tahun.
Bukannya tega atau tak sayang. Itu karena Allah tau jika hamba-Nya dapat melalui tugasnya dengan baik.
Sayangnya, setiap orang memang punya hak untuk lelah menunggu.
Termasuk aku.
Terakhir, ketahuilah, menunggu memiliki tugas yang mulia dan misterius.
Ada yang mengeluh biasa, terlalu parah, bahkan ada yang menganggapnya biasa-biasa saja.
Tapi, Allah itu Maha Adil,kok(Itu salah satu nama-Nya di Asmaul Husna). Allah Maha Tau siapa di antara hamba-Nya yang pantas untuk tugas ini.
Kalau sekiranya ada yang kurang pantas, mungkin dia tidak akan mendapat tugas menunggu terlalu lama. Atau untuk hamba yang tidak pantas, pasti dia tidak akan mendapat tugas yang berat(menunggu sejam mungkin akan sehari baginya).
Tapi, untuk yang dinilai Allah pantas menunggu, pasti akan dihadapkan dengan tugas yang berat. Menunggu dalam hitungan jam, ke hitungan hari, lalu ke minggu, bulan, dan ke tahun.
Bukannya tega atau tak sayang. Itu karena Allah tau jika hamba-Nya dapat melalui tugasnya dengan baik.
Sayangnya, setiap orang memang punya hak untuk lelah menunggu.
Termasuk aku.
Terakhir, ketahuilah, menunggu memiliki tugas yang mulia dan misterius.
Friday, 13 January 2012
tiar: apa adil?
selamat pagi Rama.
aku menulis surat ini karena aku ingin bercerita denganmu.
ada suatu hal yang mengganguku akhir-akhir ini dan semoga kamu mau membantuku.
memang bukan aku yang secara langsung mengalami ini, tapi ntah mengapa aku yang jadi gerah dan tak nyaman.
Rama, apa memang semua laki-laki seperti itu ya?
suka mengatur dan sok bertindak seperti ayah, padahal mereka bukan siapa-siapa.
mereka berlagak melarang ini dan itu. seperti mandor saja mereka.
jujur, aku tak suka. setiap orang kan punya pilihan masing-masing.
memang perlu nasehat dari orang lain, tapi seolah-olah itu mengekang dan membatasi.
lalu mengapa setiap perempuan dan laki-laki makan bersama mereka tak mau jika perempuan bayar sendiri.
ya memang itu jadi tanggung jawab laki-laki sebagai pemimpin, tapi kan perempuan juga ingin mandiri merepotkan orang lain.
canggung rasanya jika kami harus jadi beban bagi mereka.
itu sangat tak nyaman.
Lalu, apa setiap laki-laki harus mengantar dan menjemput pasangannya?
Apa mereka tak bosan ya, Rama?
Aku heran. Apa mereka tulus atau sekedar ingin cari perhatian?
Dan, bisakah aku yakini kata-kata manis mereka itu, Rama?
Itu terlalu manis buat didengar dan sedikit memuakkan.
Rama, mungkin ini terkesan lucu.
tapi sungguh itu sangat menggangguku.
Rama, apa aku berlebihan ya?
aku tak bisa menutupi kepenasarananku terhadap hal-hal bodoh itu.
Rama, aku harap kamu membalas suratku.
tolong aku untuk menjawab pertanyaan konyolku itu.
beri aku pencerahan agar paradigmaku sedikit dewasa.
aku bertanya ini padamu karena aku yakin kamu bisa menjawabnya.
I know you so well.
salam sayang
bagian dari hatimu
Tiar
aku menulis surat ini karena aku ingin bercerita denganmu.
ada suatu hal yang mengganguku akhir-akhir ini dan semoga kamu mau membantuku.
memang bukan aku yang secara langsung mengalami ini, tapi ntah mengapa aku yang jadi gerah dan tak nyaman.
Rama, apa memang semua laki-laki seperti itu ya?
suka mengatur dan sok bertindak seperti ayah, padahal mereka bukan siapa-siapa.
mereka berlagak melarang ini dan itu. seperti mandor saja mereka.
jujur, aku tak suka. setiap orang kan punya pilihan masing-masing.
memang perlu nasehat dari orang lain, tapi seolah-olah itu mengekang dan membatasi.
lalu mengapa setiap perempuan dan laki-laki makan bersama mereka tak mau jika perempuan bayar sendiri.
ya memang itu jadi tanggung jawab laki-laki sebagai pemimpin, tapi kan perempuan juga ingin mandiri merepotkan orang lain.
canggung rasanya jika kami harus jadi beban bagi mereka.
itu sangat tak nyaman.
Lalu, apa setiap laki-laki harus mengantar dan menjemput pasangannya?
Apa mereka tak bosan ya, Rama?
Aku heran. Apa mereka tulus atau sekedar ingin cari perhatian?
Dan, bisakah aku yakini kata-kata manis mereka itu, Rama?
Itu terlalu manis buat didengar dan sedikit memuakkan.
Rama, mungkin ini terkesan lucu.
tapi sungguh itu sangat menggangguku.
Rama, apa aku berlebihan ya?
aku tak bisa menutupi kepenasarananku terhadap hal-hal bodoh itu.
Rama, aku harap kamu membalas suratku.
tolong aku untuk menjawab pertanyaan konyolku itu.
beri aku pencerahan agar paradigmaku sedikit dewasa.
aku bertanya ini padamu karena aku yakin kamu bisa menjawabnya.
I know you so well.
salam sayang
bagian dari hatimu
Tiar
Subscribe to:
Posts (Atom)