ASSALAMUALAIKUM WR.WB

WELCOME, ENJOY THE BLOG

Showing posts with label Sendirian. Show all posts
Showing posts with label Sendirian. Show all posts

Monday, 4 June 2012

Karena itu kita beda

Kemarin aku bercerita sekilas dengan ibu.
Ntah awal mulanya apa, tapi yang kuingat adalah, "kalo kita membalas mereka, apa bedanya kita dengan mereka?"
Seketika aku terhentak.

Di otakku, kalimat itu kuterjemahkan dalam banyak kalimat lain.
Aku jadi mengorelasikannya dengan berbagai peristiwa nyata--super nyata.

Kita hidup tidak sendiri.
Sesuka-sukanya sendirian, pasti selalu akan bertemu dengan orang lain.
itu yang menyebabkan banyak hal terjadi pada kita dan mereka.

Mungkin kita pernah terluka.
Kita terabaikan, kita tersakiti, kita dibuat menangis, dan kesimpulannya kita terdzalimi.
Mungkin kita menangis, atau kita bertanya mengapa begini--padahal kita sudah berbuat baik,misalnya. Atau kita hanya diam dan memendam dendam.

Akumulasi "luka" itu, lantas bagi sebagian orang dipetik sebagai sebuah kesimpulan yang mengatakan jika,"saya harus membalas perbuatan dia, agar dia tau apa yang saya rasakan".
aku tau, pikiran itu sejenak kadang terlintas di batin kotor kita.

Tapi, sejenak coba pikirkan.
Kita memang terluka(dalam).
Tapi apa dengan membalas luka kita akan sembuh?
Apa dengan dia merasakan hal yang sama, kita akan memaafkan mereka?
Apa lantas dengan kita sama-sama berbuat jahat mereka akan menjadi baik?
Tak ada yang bisa menggaransi itu.

Aku tahu, sangat sulit menerima kenyataan jika kita harus mengalah--dalam diam ketika terluka.
Tapi kita harus ingat jika esensi mengalah bukanlah kalah,melainkan untuk tidak memerpanjang masalah.
Kita harus bertindak dan berpikir bijak atas apa yang harus kita tanggapi.
Janganlah mengurusi urusan yang tak perlu diurus.
Hidup kita terlalu berharga untuk melakukan hal bodoh itu.

Banyak orang malah ribut dengan alasan mengapa dan siapa, apabila dia mendapatkan tindakan buruk.
Padahal, yang kita perlukan hanya jalan terus dan abaikan rintangan tolol itu.

Biarkan saja dia melakukan perbuatan jahat itu. Dan kita juga biarkan saja berbuat baik pada siapa saja.
Berbuat baik tanpa imbalan--ikhlas apa adanya.
Nanti lama-kelamaan mereka akan sadar(insya Allah).
Ingatlah teori batu yang rapuh bila tertetesi air. Begitu juga dengan hati manusia yang bukan batu.

Pada akhirnya, hidup memang pilihan.
Pilihan untuk menghargai perasaan orang atau berlalu begitu saja dengan atau tanpa perasaan kita sendiri.


Aku jahat, kamu baik.
Aku baik, kamu jahat.
Karena itulah kita berbeda.

Wednesday, 8 February 2012

Waktu berjalan dan menunggu dimulai

Setiap orang berkilah kalau mereka punya batas kesabaran ketika mereka diperintahkan--secara sadar atau tidak sadar-- untuk menunggu.
Ada yang mengeluh biasa, terlalu parah, bahkan ada yang menganggapnya biasa-biasa saja.

Tapi, Allah itu Maha Adil,kok(Itu salah satu nama-Nya di Asmaul Husna). Allah Maha Tau siapa di antara hamba-Nya yang pantas untuk tugas ini.

Kalau sekiranya ada yang kurang pantas, mungkin dia tidak akan mendapat tugas menunggu terlalu lama. Atau untuk hamba yang tidak pantas, pasti dia tidak akan mendapat tugas yang berat(menunggu sejam mungkin akan sehari baginya).

Tapi, untuk yang dinilai Allah pantas menunggu, pasti akan dihadapkan dengan tugas yang berat. Menunggu dalam hitungan jam, ke hitungan hari, lalu ke minggu, bulan, dan ke tahun.

Bukannya tega atau tak sayang. Itu karena Allah tau jika hamba-Nya dapat melalui tugasnya dengan baik.

Sayangnya, setiap orang memang punya hak untuk lelah menunggu.
Termasuk aku.

Terakhir, ketahuilah, menunggu memiliki tugas yang mulia dan misterius.

Thursday, 8 December 2011

"deg". Tiba-tiba

Awalnya biasa aja.
Diem.
Meratiin.
Menganalisis.
Mulai kerasa dampaknya.
Otak mulai kasih berita.
Jantung berdegup lebih kencang.
Agak sedikit nyeri di dada.
Badan jadi anget--menuju ke panas.
Mata berkaca-kaca sedih.
Ekspresi wajah berubah.
Emosi meningkat--jengkel, marah & gak terima.
Akhirnya sadar.
Oh, ini ya yang namanya cemburu

Monday, 5 December 2011

Tiar: diam-diam.

Diam-diam.
Aku berjalan perlahan.
Pergi kemudian mati.
Itu sudah manusiawi.

Sunday, 4 December 2011

Dengarkanlah

Aku punya cerita menarik.
Apa kau ingin mendengarkan?
Tapi mengapa wajahmu seolah tak tertarik bahkan sebelum aku memulai ceritaku.

Aku mencoba melanjutkan ceritaku dengan caraku, walaupun mataku tak fokus karena ragu tuk melanjutkan.
Kau diam. Kupikir kau menyimak ceritaku. Maka kulanjutkan.
Belum habis aku pada ujung ceritanya, lantas kau memulai berbicara.
Kupikir kau berbicara yang satu tema dengan ceritaku. Ternyata tidak, kau memulai ceritamu bahkan dengan orang lain. Bukan aku.
Aku yang seketika itu hanya bisa terdiam.
Mataku menerawang.
Hatiku seperti mendapat reaksi yang berbeda dari biasanya.
Otakku bekerja di keadaan yang mengejutkan itu.
Lalu saraf memberikan berita.
Dalam hati berkata, "o, ini ternyata namanya diabaikan"

Kadang kita pernah melakukannya, atau serinng bahkan.
Memang, mengabaikan itu gampang. Tinggal tak mendengarkan lalu selesailah perkara.
Tapi coba pikir, bagaimana rasanya jika tak didengarkan?
Sakit. Satu kata itu cukup mewakili berjuta perasaan yang dialami saat kita diabaikan.

Memang, kadang orang datang dengan cerita yang tak sesuai dengan kondisi hati kita.
Tapi, hargailah sekecil apapun itu.
Karena suatu saat kita pasti akan minta untuk didengarkan.

Sebelum kita meminta didengarkan, maka dengarkanlah!

Friday, 25 November 2011

Pas malem

Malem yang biasa. Biasa sendirian maksudnya.
Mau ngajak ngobrol siapa lah, ujungnya sendirian.

Enakan denger lagu.
Buka playlist, denger 1-5 lagu. Bosen. Ganti lagu yang gak masuk playlist. Agak lamaan dikit. Bosen lagi. Akhirnya gak dengerin lagu.

On line--salah satu dermaga terbaik kalo lagi sendirian.
Buka twitter. Baca TL, liat berita sama obrolan orang-orang. Ketawa sendiri. Miris sendirian--kalo ada yang bikin nusuk hati. *Ngenes*
Buka facebook. Liat notif, paling juga group kelas pas dulu sma dan sekarang di kuliah. Bosen, keluar dari facebook.

Ujungnya juga nyampah di blog.
Ngetik-ngetik gak karuan.
Ceritanya sama blog.
Mau ngejabarin motion debate kepanjangan. Mau ngetik materi kuliah, males. Ujungnya juga curhat.
Karena blog itu pendengar yang baik.*ya iyalah, benda mati ini*

Atau denger suara kodok, serangga, dan suara detak jantung sendiri. *itu saking sepinya*

Memang dari dulu sudah terbiasa,kan? Lalu apa kendalanya? Sudah, jangan terlalu diambil hati. Hehe *senyum sisa*