ASSALAMUALAIKUM WR.WB

WELCOME, ENJOY THE BLOG

Sunday, 11 March 2012

Tiar: Surat cinta

Malam,Rama.
Aku numpang bersandar ya. Kepalaku akhir-akhir ini suka pusing sendiri. Bukan, aku bukan telat makan. Tapi ntah aku juga tak tahu. Mungkin aku kurang istirahat dan terlalu banyak pikiran. Haha, aku berlebihan ya?

Aku jadi terpikir percakapan kita malam itu. Tentang surat cinta.
Jujur, aku sambil senyum-senyum sendiri mengetik ini.

Aku tak tahu apa itu surat cinta.
Apa itu surat untuk orang yang bernama cinta?
Atau surat yang tulisannya dipenuhi dengan kata "cinta"?
Atau surat yang penuh dengan gombalan dan rayuan yang "tak seberapa"?
Apa surat cinta itu harus diberikan oleh kekasih kepada kekasihnya?

Hemmh.. Ntah lah, itu bukan kapasitasku untuk mencari definisinya.
Tapi aku penasaran, Rama.

Mungkin surat cinta itu surat yang dikirim orang yang jaraknya berjauhan.
Sangking tak ada media lain, mereka memakai cara "konvensional"--mode tahun 80'an.
Mungkin surat itu dikirim semata-mata untuk mencari sisi romantis.
Lebih terasa perjuangannya dan lebih ada maknanya.

Rama, ya sudahlah.
Lama-lama aku mengantuk memikirkannya.
Biarlah surat cinta itu tetap ada dengan atau tanpa adanya kita untuk menggunakannya.
Namun yang pasti tanpa surat itu aku bisa mengutarakan cintaku padamu kapanpun aku mau.

Wednesday, 8 February 2012

Waktu berjalan dan menunggu dimulai

Setiap orang berkilah kalau mereka punya batas kesabaran ketika mereka diperintahkan--secara sadar atau tidak sadar-- untuk menunggu.
Ada yang mengeluh biasa, terlalu parah, bahkan ada yang menganggapnya biasa-biasa saja.

Tapi, Allah itu Maha Adil,kok(Itu salah satu nama-Nya di Asmaul Husna). Allah Maha Tau siapa di antara hamba-Nya yang pantas untuk tugas ini.

Kalau sekiranya ada yang kurang pantas, mungkin dia tidak akan mendapat tugas menunggu terlalu lama. Atau untuk hamba yang tidak pantas, pasti dia tidak akan mendapat tugas yang berat(menunggu sejam mungkin akan sehari baginya).

Tapi, untuk yang dinilai Allah pantas menunggu, pasti akan dihadapkan dengan tugas yang berat. Menunggu dalam hitungan jam, ke hitungan hari, lalu ke minggu, bulan, dan ke tahun.

Bukannya tega atau tak sayang. Itu karena Allah tau jika hamba-Nya dapat melalui tugasnya dengan baik.

Sayangnya, setiap orang memang punya hak untuk lelah menunggu.
Termasuk aku.

Terakhir, ketahuilah, menunggu memiliki tugas yang mulia dan misterius.

Friday, 13 January 2012

tiar: apa adil?

selamat pagi Rama.
aku menulis surat ini karena aku ingin bercerita denganmu.
ada suatu hal yang mengganguku akhir-akhir ini dan semoga kamu mau membantuku.
memang bukan aku yang secara langsung mengalami ini, tapi ntah mengapa aku yang jadi gerah dan tak nyaman.

Rama, apa memang semua laki-laki seperti itu ya?
suka mengatur dan sok bertindak seperti ayah, padahal mereka bukan siapa-siapa.
mereka berlagak melarang ini dan itu. seperti mandor saja mereka.
jujur, aku tak suka. setiap orang kan punya pilihan masing-masing.
memang perlu nasehat dari orang lain, tapi seolah-olah itu mengekang dan membatasi.

lalu mengapa setiap perempuan dan laki-laki makan bersama mereka tak mau jika perempuan bayar sendiri.
ya memang itu jadi tanggung jawab laki-laki sebagai pemimpin, tapi kan perempuan juga ingin mandiri merepotkan orang lain.
canggung rasanya jika kami harus jadi beban bagi mereka.
itu sangat tak nyaman.

Lalu, apa setiap laki-laki harus mengantar dan menjemput pasangannya?
Apa mereka tak bosan ya, Rama?
Aku heran. Apa mereka tulus atau sekedar ingin cari perhatian?

Dan, bisakah aku yakini kata-kata manis mereka itu, Rama?
Itu terlalu manis buat didengar dan sedikit memuakkan.

Rama, mungkin ini terkesan lucu.
tapi sungguh itu sangat menggangguku.
Rama, apa aku berlebihan ya?
aku tak bisa menutupi kepenasarananku terhadap hal-hal bodoh itu.

Rama, aku harap kamu membalas suratku.
tolong aku untuk menjawab pertanyaan konyolku itu.
beri aku pencerahan agar paradigmaku sedikit dewasa.
aku bertanya ini padamu karena aku yakin kamu bisa menjawabnya.
I know you so well.

salam sayang
bagian dari hatimu
Tiar

Tuesday, 13 December 2011

is not as simple as you think

Tanpa bermaksud apa-apa, note ini dibuat.
Gak bermaksud buat curhat colongan apalagi mengeluh.
Anggep aja ini informasi--penting, pake banget:

kalian pasti tau apa itu jarak.
Sesuatu yang membuat sesuatu menjadi sesuatu *jiaaah,kena virus Syahrini*
Yang pasti bakal ngejauhin sesuatu.
Oke, kenapa sama jarak?
Apa salah dia pake diomongin segala?
Gara-gara jarak ini lah, akhirnya mengurangi (banget) intensitas buat ketemu.
Walau sebenernya jauh di mata dekat di hati, tapi tetep aja itu jauh.
Gara-gara jarak ini juga, waktu itu jadi berharga banget, walau cuma sebentar.
Cuma bisa ngandelin ilmu bayang-bayang--bukan kenyataan.
Gara-gara jarak ini juga, jadi dapet hikmah menunggu. Yang punya tujuan yang mulia dan misterius.
Dan jarak ini gak bisa memendek kayak umur makhluk hidup.

Di lain pihak, sebenernya jarak bukan hal riskan yang perlu dikawatirin.
Sekarang udah ada sinyal telpon dan jaringan internet.
Tapi,(ada tapinya) mereka itu suka ngajak perang dunia ke-3.
Ntah apa maksudnya dengan pengiriman pesan singkat yang suka pending. Mungkin itu kejebur di selat Sunda atau ntah apa namanya.
Atau operator yang sirik dan gak bisa liat orang bahagia.
Nah, malah suudzan, kan?Ckckck

Lalu kenapa juga dengan internet.
Ya si, itu bisa jadi alternatif lain.
Tapi, (tetep pake tapi) gak setiap hari ng-akses internet.
Bisa aja postingnya sekarang balesnya ntah kapan tahun itu.
Takutnya karna saking lama gak dibales bakal dijadiin sarang nyamuk dan laba-laba, juga bakal dapet piring cantik.

Jadi, kalo kalian bilang ini mudah, jelas aja gak mudah--pake banget(lagi).
Kalian pikir nunggu itu enak?
Kalian kira kehambat karena sesuatu yang bodoh--yaitu cuma gara-gara sinyal--itu gak dongkol?
Gak segampang yang kalian kira.
Ini semua butuh ilmu lebih.
Ngelebih-lebihin ilmu mata kuliah.

Karena ini ilmu hidup.
Yang perlu pengorbanan, keyakinan, keikhlasan, dan keberanian.

Jangan pernah coba-coba kalo sekiranya belum sanggup. Kalian pasti bisa gila.
Karena sekali lagi, ini gak semudah yang kalian kira.

Percayalah